Kamis, 15 September 2011

Cinta Seorang Ibu


18.03 | ,


ldii jatim
Assalamualaikum kawan, kalian pasti semua tau tentang sosok seorang ibu, bunda, ummi atau mama. Yupzz !! dia adalah sosok yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan kita. Tapi, apakah kita tau betapa mulianya sosok seorang ibu yang selalu meramut kita dari lahir sampai kita dewasa,.!
Sebagai seorang anak, tentunya kita mengerti, betapa mulya nya derajat seorang ibu di sisi allah, sampai-sampai Allah pun telah memberi perumpamaan "Bahwa surga berada di telapak kaki seorang Ibu ". Begitu besar harapan seorang ibu kepada anaknya,begitu besar kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.Tapi, apakah kalian sadar, jika kalian menjadi seorang anak, dan sudahkah kalian berfikir tentang seberapa besar jesa kalian kepada ibunda,seberapa takdzim kalian kepada mama. Secuplik cerita Islami  bagaimana perjuangan seorang ibu membesarkan dan meramut anaknya dan balasan seorang anak untuk ibundanya.

Pada zaman dahulu, disuatu kota terpencil, ada seorang anak kecil yang hidup selalu dalam belaian ibundanya, kemana-mana, kisah cinta seorang ibunda takkan pernah surut kepada ananda tercita,hingga suatu hari sang anak pun mulai tumbuh dewasa, dan mulai masuk ke jenjeng sekolah.Suatu hari pun sang bunda ingin sekali menemani anaknya di sekolah, dengan rasa bangga sang bunda pergi ke sekolah ananda tercinta,dengan berharap,sang anak pun bisa senang melihat sang bunda menemani anaknya di sekolah. Tak lama pada waktu sang anak di dalam kelas, seorang teman memberi tahukan kepada dia, bahwa dia di cari seseorang yang memiliki mata satu (mata kece)."hai teman, kamu di cari seseorang dengan mata satu di luar, sungguh menyeramkan ada manusia seperti itu.." kata teman anak tersebut.
sang anak pun mencuek kan peringatan dari sang teman tersebut, karna dia pasti tau bahwa yang datang adalah ibunya.Dan dia pun tidak mau menemui ibundanya.
Dihari yang lain pun, ibunya datang ke sekolah dia lagi dan mencari anaknya. dititipkan sebuah salam dari ibundanya untuk anaknya lewat seorang teman, bahwa ada seorang ibu-ibu tua yang ingin menemuinya, sang teman pun memberitahukan lagi, bahwa ada seorang ibu-ibu tua dengan mata satu sedang mencari dan ingin sekali bertemu dengan dia. kali ini sang anak dengan berat hati menemui sang ibundanya dengan perasaan kecewa, akhirnya kekecewaan sang anak pun muncul dengan tiba-tiba, karna teman-temannya pun tahu, bahwa ibu tua bermata satu itu adalah bunda dari anak tersebut,di olok-oloklah sang anak dengan temannya. malu bercampur amarah di hati sang anak pun muncul kepada ibunya.Sesampainya dirumah sang anak pun dengan wajah marah dan malu yang tertahan di hatinya, sang anak pun berkata kepada ibundanga, " ibu, jangn sekali-kali lagi ibu datang ke sekalohku untuk menemuiku, karna aku malu dengan teman-temanku tentang keadaan ibu yang cacad seperti ini..!!"
sang ibu pun dengan perasaan sabar dan kebesaran hati menerima dengan senyum permintaan anaknya tersebut, karna ibunya ingin anaknya bahagia.
ldii jatim
Ketika sang anak pun sudah tumbuh dewasa dan mulai mendapatkan pekerjaan di luar kota, sang anak pun pergi ke kota tersebut untuk bekerja dan meninggalkan ibunya dalam kesendirian. Berangkatlah sang anak dengan perasaan bahagia, karna impiannya untuk mendapatkan pekerjaan pun terlaksana,tapi dalam hati seorang ibunda sedih dan menangis, karna dia berpisah dengan ananda tercintanya.

Bertahu-tahun pun sang aanak ada di kota untuk sebuah pekerjaan dan sudah mempunyai istri, bahkan mempunyai anak yang lucu.
Sang ibunda pun merasa kangen dan berniat pergi ingin menemui ananda tercintanya. hari demi hari dia lalui untuk mencari anaknya, dan dengan petunjuk dari Allah, akhirnya sang ibunda pun menemukan sebuah rumah mewah,masuklah sang ibu tersebut kedalam pelataran rumah itu dan berucap salam.
tak lama kemudian muncul seorang anak kecil yang membukakan puntu rumah itu, "papa.... takuuut, ada ibu-ibu tua bermata satu...!!!" sang anak pun berlari menghampiri ayahanda dan menceritakan apa yang dilihatnya barusan. Sang ayah pun terkejut dan sudah menduga dalam hatinya, bahwa pasti yang datang adalah ibunya yang ingin melihatnya. Kemudian sang anak dari ibu tadi pun menemuinya dengan perasaan marah pula dan di depan seorang ibu ia berkata " Ibu.. lagi-lagi ibu membuat ku malu dan marah dengan ibu, dulu selama di sekolah ibupun membuat malu kepada teman-teman ku karna keadaan ibu saat ini, begitupun saat aku sudah ber kluarga, ibu pun membuat malu aku di hadapan anakku yang tak lain adalah cucumu sendiri, apa ibu kurang puas membuat malu aku dengan keadaan ibu,janganlah ibu hadir di hidupku lagi, aku malu bu, maluuu !!! ". Mendengar perkataan anaknya tersebut, sang ibu pun dengan besar hati dan hati sabar menerima semuanya dan pergi meninggalkan anaknya dan berniat tidak akan sekalipun ia menemui putranya kembali. Suatu hari, sang ibu menulis sebuah surat untuk ananda tercinta dan di titipkanlah surat tersebut kepada tetangganya, barangkali saja suatu saat sang anak kembali menemui ibunya.

Suatu hari sang anak pun mendapat undangan reuni sekolahnya di desa dulu,sang anak pun datang dan menjalali reuni dengan senang hati,di sela-sela kegembiraannya,dang anak pun jadi teringat dengan sesososk ibu yang dulu membesarkannya. Dalam hatinya pun timbul keinginan untuk sesekali menemuinya karna mungikin di dalam hati anaknya tersebut timbul rasa kangen kepasa sosok seorang ibu. Pergilah sang anak ke rumah yang dulu pernah ia tinggali dengan ibunya.
Tapi apa yang dia dapat, rumahnya dulu sudah kosong seperti tak ada seseorang pun yang tinggal disana, dengan perasaan bingung, sang anak pun mencari-cari, dimanakah keberadaan ibunya. Tak lama kemudian datanglang tetangganya dan memberitahukan, bahwa sang ibu beberapa lama telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya dan sang tetangga tadi memberikan sebuah surat amanat dari seorang ibu kepada anaknya tersebut,dengan perasaan sedih sang anak pun kembali pulang ke rumahnya di kota. dan ia pun membaca isi dari surat tersebut.

Untuk anaku tercinta :

Anakku sayang,dulu ibu berdoa kepada Allah, agar kelak ibu setelah menikah mempunyai seorang anak yang cerdas, sempurna dan tampan.
Allhamdulillah Allah mengabuklan doa ibu,karna ibu melahirkan seorang anak yang tampan,cerdas dan sempurna.

Tapi,suatu hari terjadilah kejadian yang tidak ibu inginkan.
Kamu terkena penyakit dan satu dari dua matamu harus di ambil untuk menghilangkan penyakit tersebut. Perasaan ibu waktu itu menangis dan sangat kecewa, tapi apalah mau dikata lagi, itulah takdirmu. Maka diambillah mata sebelah kananmu dan di keluarkan dari wajahmu, hingga pada suatu hari, karna ibu ingin engkau tumbuh sebagai seorang yang terlihat sempurna,ibu mengorbankan satu mata ibu untuk diberikan kepada kamu, karna ibu ingin kamu bisa menatap masa depan dengan cerah, Ibu ingin kau bahagia anakku,ibu ingin kamu melakukan yang terbaik untuk hidupmu,karna ibu sayang kamu anakku.


Salam dari Ibumu yang selalu mencintaimu.

Setelah membaca surat tersebut, sang anak pun tidak henti-hentinya menangisi kepergian ibunya dan dia merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan ibunya dulu, padahal dia telah berkorban banyak untuk kelangsungan hidup anaknya.

Semoga artikel diatas selalu mengingatkan kepada kita, bahwa begitu besar jasa-jasa seorang ibu dalam kehidupan kita, yang jasa tersebut takkan pernah bisa kita balas, dengan apapun itu. I LOVE U BUNDA !!!!


You Might Also Like :


3 komentar:

ustad uje' mengatakan...

Ibu...Ibu...Ibu... mengingatmu hanya kerinduan yang ada dalam benakq.

Anonim mengatakan...

aduh setelah baca jdi kangen sma bunda dirmh..ingin rasanya mencium kedua tanganya N berucap Thank YOU mOM n I LOVE moM......JDI PENGEN NANGIS..bUNDa IS the Best...mUuuACCHHH

Walet mengatakan...

Ibu.....
Engkaulah wanita yang mulia......
Derajatmu 3 tingkat dibanding Ayah..........
kau mengandung, melahirkan, menyusui, membesarkan putra-putrimu Ibu........

Posting Komentar