Aku Tidak Peduli, Selama Mati Dalam Keadaan Islam

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus 10 mata-mata yang dipimpin Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek Ashim bin al-Khaththab. Ketika mereka tiba di daerah Huddah antara Asafan dan Makkah mereka berhenti di sebuah kampung suku Hudhail yang biasa disebut sebagai Bani Luhayan.

Khalifah Umar ibnul Khaththab

Ia adalah Amirul Mu'minin Umar ibnul Khaththab. Dijuluki oleh RasulullahShalallahu 'alaihi wa sallam dengan al-Faruq karena ia membedakan antara yang hak dan yang batil. Ia dibaiat menjadi khalifah pada hari kematian Abu Bakar ash-Shidiq. Selama masa khalifahnya, ia melakukan tugasnya dengan baik seperti halnya sirah, jihad, dan kesabaran Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu. Dengan Umar ibnul Khaththab Allah memuliakan Islam.

Perang Badar Kubra bag.1

Alkisah RasulullahShalallahu 'alaihi wasallam menerima kabar bahwa sebentar lagi kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam. Maka, RasulullahShalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan kaum muslimin dan kemudian bersabda kepada mereka, "Kafilah bangsa Quraisy sebentar lagi akan lewat. Mereka pasti membawa harta. Maka pergilah kalian untuk memerangi mereka! Semoga Allah memberikan kalian kekuatan untuk mengkocar-kacirkan mereka.

Pondok Pesantren Al Muflichun Malang

Sekolah sambil mondok. Kenapa tidak? Jika tertarik Anda dapat datang ke Ponpes Al Muflichun Kota Malang. Di ponpes yang sejuk dan asri ini lokasinya berdekatan dengan berbagai sekolah terkenal di Kota Malang, dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi. Mondok di sini, ilmu dunia dapat ilmu akherat juga dapat. Jadi tunggu apalagi?

Hukum memakai celana diatas matakaki

Mungkin sebagian orang sering menemukan di sekitarnya orang-orang yang celananya di atas mata kaki (cingkrang). Bahkan ada yang mencemoohnya dengan menggelarinya sebagai ‘celana kebanjiran’. Pembahasan kali ini –insya Allah- akan sedikit membahas mengenai cara berpakaian seperti ini apakah memang pakaian ini merupakan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau bukan..

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2011

Lima Wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq

Posted On 08.46 by Pusat Ilmu Islam 0 komentar


Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.”
Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.


Minggu, 09 Oktober 2011

Aurat Kaum Wanita

Posted On 08.04 by Pusat Ilmu Islam 2 komentar


1. Bulu kening
Menurut Bukhari “Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur (menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening)”
Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari
2. Kaki ( tumit kaki )
“Dan janganlah mereka ( perempuan ) membentakkan kaki ( atau mengangkatnya) agar diketahui perrhiasan yang mereka sembunyikan” An-Nur : 31
(1). menampakkan kaki (2). menghayungkan / melenggokkan badan mengikut hentakkan kaki
3. Wangian
” Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina “. Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban
4. Dada
“Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka”. An-Nur : 31
5. Gigi
“Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya”. Riwayat At-Thabrani “Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik,yang merubah ciptaan Allah”.Riwayat Bukhari dan Muslim
6. Muka dan leher
“Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu “
(a). bersolek ( make-up ) (b). menurut Maqatil : Sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah
7. Muka dan Tangan
“Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma ! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaidh tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja”. Riwayat Muslim dan Bukhari
8. Tangan
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya”. Riwayat At Tabrani dan Baihaqi
9. Mata
“Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya”. An Nur : 31
Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan yang pertama, ada pun pandangan seterusnya tidak dibenarkan “. Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi
10. Mulut ( suara )
“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik“. Al Ahzab : 32
” Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi “. Riwayat Ibn Majah
11. Kemaluan
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (jangan berzina)”. An Nur : 31
“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (tidak berzina) dan menta’ati suaminya, maka masuklah ia kedalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya”. Riwayat Al Bazzar
“Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan dirumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah”. Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah
12. Pakaian
“Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhirat nanti”. Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah
“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya”. Riwayat Bukhari dan Muslim
(a). Berpakaian tipis / jarang (b). Berpakaian ketat / membentuk (c). Berpakaian berbelah / membuka bahagian-bahagian tertentu
“Hai nabi-nabi katakanalah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab ( baju labuh dan loggar ) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” Al Ahzab : 59
13. Rambut
“Wahai anakku Fatimah ! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya”. Riwayat Bukhari dan Muslim.
14. “Bagi wanita-wanita yang memelihara dirinya dan menta’ati suaminya, segala makhluk, burung yang terbang, ikan dilaut, malaikat dilangit, matahari dan bulan dan lain-lain memohon keampunan Allah untuknya”
Wassalam


Kamis, 15 September 2011

Cinta Seorang Ibu

Posted On 18.03 by Pusat Ilmu Islam 3 komentar


ldii jatim
Assalamualaikum kawan, kalian pasti semua tau tentang sosok seorang ibu, bunda, ummi atau mama. Yupzz !! dia adalah sosok yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan kita. Tapi, apakah kita tau betapa mulianya sosok seorang ibu yang selalu meramut kita dari lahir sampai kita dewasa,.!
Sebagai seorang anak, tentunya kita mengerti, betapa mulya nya derajat seorang ibu di sisi allah, sampai-sampai Allah pun telah memberi perumpamaan "Bahwa surga berada di telapak kaki seorang Ibu ". Begitu besar harapan seorang ibu kepada anaknya,begitu besar kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.Tapi, apakah kalian sadar, jika kalian menjadi seorang anak, dan sudahkah kalian berfikir tentang seberapa besar jesa kalian kepada ibunda,seberapa takdzim kalian kepada mama. Secuplik cerita Islami  bagaimana perjuangan seorang ibu membesarkan dan meramut anaknya dan balasan seorang anak untuk ibundanya.

Pada zaman dahulu, disuatu kota terpencil, ada seorang anak kecil yang hidup selalu dalam belaian ibundanya, kemana-mana, kisah cinta seorang ibunda takkan pernah surut kepada ananda tercita,hingga suatu hari sang anak pun mulai tumbuh dewasa, dan mulai masuk ke jenjeng sekolah.Suatu hari pun sang bunda ingin sekali menemani anaknya di sekolah, dengan rasa bangga sang bunda pergi ke sekolah ananda tercinta,dengan berharap,sang anak pun bisa senang melihat sang bunda menemani anaknya di sekolah. Tak lama pada waktu sang anak di dalam kelas, seorang teman memberi tahukan kepada dia, bahwa dia di cari seseorang yang memiliki mata satu (mata kece)."hai teman, kamu di cari seseorang dengan mata satu di luar, sungguh menyeramkan ada manusia seperti itu.." kata teman anak tersebut.
sang anak pun mencuek kan peringatan dari sang teman tersebut, karna dia pasti tau bahwa yang datang adalah ibunya.Dan dia pun tidak mau menemui ibundanya.
Dihari yang lain pun, ibunya datang ke sekolah dia lagi dan mencari anaknya. dititipkan sebuah salam dari ibundanya untuk anaknya lewat seorang teman, bahwa ada seorang ibu-ibu tua yang ingin menemuinya, sang teman pun memberitahukan lagi, bahwa ada seorang ibu-ibu tua dengan mata satu sedang mencari dan ingin sekali bertemu dengan dia. kali ini sang anak dengan berat hati menemui sang ibundanya dengan perasaan kecewa, akhirnya kekecewaan sang anak pun muncul dengan tiba-tiba, karna teman-temannya pun tahu, bahwa ibu tua bermata satu itu adalah bunda dari anak tersebut,di olok-oloklah sang anak dengan temannya. malu bercampur amarah di hati sang anak pun muncul kepada ibunya.Sesampainya dirumah sang anak pun dengan wajah marah dan malu yang tertahan di hatinya, sang anak pun berkata kepada ibundanga, " ibu, jangn sekali-kali lagi ibu datang ke sekalohku untuk menemuiku, karna aku malu dengan teman-temanku tentang keadaan ibu yang cacad seperti ini..!!"
sang ibu pun dengan perasaan sabar dan kebesaran hati menerima dengan senyum permintaan anaknya tersebut, karna ibunya ingin anaknya bahagia.
ldii jatim
Ketika sang anak pun sudah tumbuh dewasa dan mulai mendapatkan pekerjaan di luar kota, sang anak pun pergi ke kota tersebut untuk bekerja dan meninggalkan ibunya dalam kesendirian. Berangkatlah sang anak dengan perasaan bahagia, karna impiannya untuk mendapatkan pekerjaan pun terlaksana,tapi dalam hati seorang ibunda sedih dan menangis, karna dia berpisah dengan ananda tercintanya.

Bertahu-tahun pun sang aanak ada di kota untuk sebuah pekerjaan dan sudah mempunyai istri, bahkan mempunyai anak yang lucu.
Sang ibunda pun merasa kangen dan berniat pergi ingin menemui ananda tercintanya. hari demi hari dia lalui untuk mencari anaknya, dan dengan petunjuk dari Allah, akhirnya sang ibunda pun menemukan sebuah rumah mewah,masuklah sang ibu tersebut kedalam pelataran rumah itu dan berucap salam.
tak lama kemudian muncul seorang anak kecil yang membukakan puntu rumah itu, "papa.... takuuut, ada ibu-ibu tua bermata satu...!!!" sang anak pun berlari menghampiri ayahanda dan menceritakan apa yang dilihatnya barusan. Sang ayah pun terkejut dan sudah menduga dalam hatinya, bahwa pasti yang datang adalah ibunya yang ingin melihatnya. Kemudian sang anak dari ibu tadi pun menemuinya dengan perasaan marah pula dan di depan seorang ibu ia berkata " Ibu.. lagi-lagi ibu membuat ku malu dan marah dengan ibu, dulu selama di sekolah ibupun membuat malu kepada teman-teman ku karna keadaan ibu saat ini, begitupun saat aku sudah ber kluarga, ibu pun membuat malu aku di hadapan anakku yang tak lain adalah cucumu sendiri, apa ibu kurang puas membuat malu aku dengan keadaan ibu,janganlah ibu hadir di hidupku lagi, aku malu bu, maluuu !!! ". Mendengar perkataan anaknya tersebut, sang ibu pun dengan besar hati dan hati sabar menerima semuanya dan pergi meninggalkan anaknya dan berniat tidak akan sekalipun ia menemui putranya kembali. Suatu hari, sang ibu menulis sebuah surat untuk ananda tercinta dan di titipkanlah surat tersebut kepada tetangganya, barangkali saja suatu saat sang anak kembali menemui ibunya.

Suatu hari sang anak pun mendapat undangan reuni sekolahnya di desa dulu,sang anak pun datang dan menjalali reuni dengan senang hati,di sela-sela kegembiraannya,dang anak pun jadi teringat dengan sesososk ibu yang dulu membesarkannya. Dalam hatinya pun timbul keinginan untuk sesekali menemuinya karna mungikin di dalam hati anaknya tersebut timbul rasa kangen kepasa sosok seorang ibu. Pergilah sang anak ke rumah yang dulu pernah ia tinggali dengan ibunya.
Tapi apa yang dia dapat, rumahnya dulu sudah kosong seperti tak ada seseorang pun yang tinggal disana, dengan perasaan bingung, sang anak pun mencari-cari, dimanakah keberadaan ibunya. Tak lama kemudian datanglang tetangganya dan memberitahukan, bahwa sang ibu beberapa lama telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya dan sang tetangga tadi memberikan sebuah surat amanat dari seorang ibu kepada anaknya tersebut,dengan perasaan sedih sang anak pun kembali pulang ke rumahnya di kota. dan ia pun membaca isi dari surat tersebut.

Untuk anaku tercinta :

Anakku sayang,dulu ibu berdoa kepada Allah, agar kelak ibu setelah menikah mempunyai seorang anak yang cerdas, sempurna dan tampan.
Allhamdulillah Allah mengabuklan doa ibu,karna ibu melahirkan seorang anak yang tampan,cerdas dan sempurna.

Tapi,suatu hari terjadilah kejadian yang tidak ibu inginkan.
Kamu terkena penyakit dan satu dari dua matamu harus di ambil untuk menghilangkan penyakit tersebut. Perasaan ibu waktu itu menangis dan sangat kecewa, tapi apalah mau dikata lagi, itulah takdirmu. Maka diambillah mata sebelah kananmu dan di keluarkan dari wajahmu, hingga pada suatu hari, karna ibu ingin engkau tumbuh sebagai seorang yang terlihat sempurna,ibu mengorbankan satu mata ibu untuk diberikan kepada kamu, karna ibu ingin kamu bisa menatap masa depan dengan cerah, Ibu ingin kau bahagia anakku,ibu ingin kamu melakukan yang terbaik untuk hidupmu,karna ibu sayang kamu anakku.


Salam dari Ibumu yang selalu mencintaimu.

Setelah membaca surat tersebut, sang anak pun tidak henti-hentinya menangisi kepergian ibunya dan dia merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan ibunya dulu, padahal dia telah berkorban banyak untuk kelangsungan hidup anaknya.

Semoga artikel diatas selalu mengingatkan kepada kita, bahwa begitu besar jasa-jasa seorang ibu dalam kehidupan kita, yang jasa tersebut takkan pernah bisa kita balas, dengan apapun itu. I LOVE U BUNDA !!!!


Minggu, 04 September 2011

Sempurnakan Agama Dengan Menikah

Posted On 10.34 by Pusat Ilmu Islam 1 komentar

Tak banyak kado yang teramat special buat pernikahan kami kecuali Nasehat dalam khutbah nikah. Pelajaran yang dapat di ambil bahwa ketenangan dalam pernikahan tidaklah semudah mencari kesenangannya, dalam khutbah nikah tersebut di sebutkan untuk mencapai ketenagan dalam pernikahan perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Luruskan niat dalam menjalani pernikahan, semata-mata hanya untuk ibadah dan mendapatkan ridho dari Allah Swt.
2.  Dalam mengarungii rumah tangga harus dengan sungguh-sungguh menjalani perintah dan menjauhi larangan Allah Swt (Taqwa)
3.  Harus berbuat bakti terhadap kedua orang tua sendiri dan mertua.
Insy4W kalau hal di atas di jalani akan mendapatkan ketenangan dalam rumah tangga. Berikut ini tugas dan tanggung jawab SUAMI dan ISTRI yang di jabarkan dalam kata tersebut :
S U A M I :
S : SidiQ/Benar = Suami haruslah selalu mempunyai sifat sidiq atau benar
U : Uswatun Hasanah/Contoh yg Baik = Suami haruslah mempunyai sikap sebagai contoh yang baik/suri tauladan bagi keluarga
A : Amanah / Di percaya = Suami harus menjadi sosok yang dapat di percaya
M : Maisyah / Biaya = Suami haruslah meberikan nafakah kepada istrinya, baik nafakah lahir atau batin.
I : Iman = Suami harus mempunyai iman yang kuat karena suami adalah kepala rumah tangga.
Adapun makna I S T R Iyang dapat di jabarkan
I : Iman = Hendaknya istri memiliki iman yang kuat, karena jika tidak istri akan menggoyahkan dan menghancurkan keimanan sang suami.
S : Solehah = Mampu menjaga kehormatan, aurat dan harta sang suami
T : To’at = Sang istri haruslah taat kepada suami ketika di perintah olahnya dalam hal yang baik
R : Ridho = Ridho dengan segala keaadaan sang suami, menjadi teman dikala suka atau pun duka
I : I’tiad = Mampu berhemat tidak boros.
Wallohu ‘alam bi sowab..




Berikut masih dalam buku yang sama, "Nasihat Indah Untuk Suami Istri", karya Syekh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para istri memikat suami mereka. Semoga bermanfaat!

1.Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah disaat suami Anda  masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.
2.Bagaimana caranya agar suami Anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus Anda selalu usahakan untuk suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.
3.Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang  dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat Anda.
4.Pahami  kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap Anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzolim (penindasan).
5.Lembutkanlah suara Anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara Anda tidak meninggi pada saat dia bersama Anda.
6.Pastikan Anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati Anda.
7.Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.
8.Berdirilah dekat suami Anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.
9.Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh Anda sendiri.
10.Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami Anda, untuk menjadikan pernikahan Anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu Anda.
11.Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af kepada Anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan Anda) kecuali kalau suami Anda secara sadar mengakuinya.
12.Rawatlah penampilan dan pakaian suami Anda, biarpun kelihatannya suami Anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
13.Hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami Anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan,  sekali-kali Anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat  yang tepat.
14.Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda, janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
15.Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik Anda,  banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut,  atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada Anda.
16.Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.
17.Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.
18.Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.
19.Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan Anda, sebagai tanda dan ungkapan  kasih Anda menyambut suami tercinta.
20.Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan Anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati,  jangan sampai Anda merasa enggan dan lamban.

Sumber : http://bad0704.blogspot.com


Peran Istri Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah

Posted On 10.26 by Pusat Ilmu Islam 0 komentar


Keluarga yang sakinah merupakan dambaan bagi setiap orang. Karena dalam keluarga sakinah seseorang akan dapat mengecap kebahagiaan yang tiada taranya. Dalam keluarga sakinah, seorang anak akan dapat tumbuh dengan baik, serta keharmonisan akan terus terjaga.

Banyak faktor yang mendasari terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah. Peran dari masing-masing anggota juga sangat penting untuk dapat mewujudkan keluarga yang sakinah. Suami, istri, dan anggota keluarga lain memiliki peranan masing-masing.
Selain suami, peran seorang istri berpengaruh cukup besar untuk mampu menciptkan sebuah keluarga saminah. Hal ini karena tanggung jawab utama seorang istri (bersama suami) adalah menciptakan keutuhan dalam rumah tangga. Lantas bagaimanakah cara seorang istri untuk menciptakan keluarga sakinah? Jawabnya adalah banyak! Diantara sekian banyak peran istri, beberapa hal yang cukup penting dan kadang terlupakan oleh seorang istri adalah:

1. Memberikan sambutan yang menyenangkan
Tugas utama seorang suami adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Suami akan berusaha semaksimal mungkin menafkahi keluarganya dengan cara yang halal. Setelah seharian bekerja di luar rumah, tentunya sangat penat, lelah dan capek akan dirasakan oleh suami. Di sinilah peran istri untuk menghilangkan, atau setidaknya mengurangi rasa penat suaminya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang istri dalam menyambut pulangnya sang “nahkoda”, diantaranya adalah :

Menampakkan wajah cerah
Sambutlah kedatangan suami dengan wajah yang cerah. Karena menyambut kedatangan suami dengan wajah yang cerah akan mengurangi rasa penat yang ada. Jangan menyambut suami yang beru pulang kerja dengan wajah cemberut, apalagi marah-marah. Hal ini akan membuat suami yang telah lelah bekerja menjadi kesal.

Menyampaikan berita yang menyenangkan
Apabila istri mempunyai beberapa berita untuk suami, baik itu yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan hati, jangan langsung memberitahukannya sekaligus. Sampaikan berita yang menyenangkan dahulu kepada suami.Setelah suami beristirahat dan rasa lelahnya berkurang atau bahkan hilang, baru sampaikan kepadanya berita yang kurang menyenangkan. Hal ini akan berpengaruh pada respon suami terhadap berita tersebut.

Mengungkapkan kerinduan
Ucapkan kata-kata yang manis kepada suami sebagai tanda kerinduan sang istri pada suaminya. Kata-kata yang mengandung kerinduan dari sang istri akan mampu mengembalikan semangat suami, setelah seharian berpeluh mencari nafkah.

Menyajikan hidangan untuk suami
Alangkah baiknya jika kedatangan suami juga disambut dengan hidangan ringan, sebelum melakukan makan bersama. Hidangan ini dapat berupa minuman hangat, baik berupa teh, kopi atau minuman lain kesukaan suami. Apalagi ditambah dengan camilan kecil. Dengan menyajikan hidangan ini suami akan merasa lebih diperhatikan.

2. Memperindah dan memperlembut suara
Kita kadang sering menjumpai seorang istri yang menyambut kedatangan suaminya dengan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Entah itu dengan nada kesal, marah, atau lainnya. Terlebih lagi jika suami terlambat pulang. Janganlah hal ini dilakukan, karena hanya akan memancing emosi dari suami. Apapun yang terjadi berbicaralah kepada suami dengan lembut dan santun. Jika istri berbicara dengan suami secara lembut, maka suami dengan sendirinya akan menghargai sang istri.

3. Berhias
Sudah menjadi kebiasaan wanita jaman sekarang untuk tampil mempercantik diri dengan berhias. Namun sayangnya mereka (terutama para istri) berhias jika hanya akan keluar rumah. Padahal jelas-jelas dalam sebuah hadist, Rosululloh menganjurkan istri supaya berhias untuk suami mereka. Namun justru istri berhias jika ingin pergi keluar rumah, dan tampil “acak-acakan” jika dalam rumah meskipun ada suaminya.
Hal inilah yang harus dirubah. Sebaiknya para istri berhias untuk suami mereka, sehingga suaminya merasa betah di rumah serta bangga dengan istrinya.

4. Melayani kebutuhan biologis suami...Ehem
Seorang istri diwajibkan untuk melayani kebutuhan biologis suami, kecuali jika sedang ada “halangan”. Dalam melayani suami seorang istri harus melakukannya dengan ikhlas sehingga suami merasa senang dengan pelayanan sang istri sehingga tidak tertarik dengan “rumput” lain di luar rumah.

5. Ikhlas menerima keadaan
Seorang istri sebaiknya merasa ikhlas dalam menerima keadaan keluarga. Apapun keadaan keluarganya, istri yang ikhlas dalam menerimanya akan meningkatkan rasa sayang suami. Meskipun kekurangan, tapi jika ikhlas menerimanya, insya Alloh akan menjadi barokah.

6. Menjaga kesetiaan
Setia adalah salah satu kunci dalam membina keutuhan sebuah keluarga. Baik suami atau istri wajib untuk menjaga kesetiaannya terhadap pasangan hidup masing-masing. Dengan menjaga kesetiaan, insya Alloh kehidupan keluarga akan bahagia.

7. Meredakan amarah suami
Sering karena suatu hal, suami marah entah terhadap istri, anak-anak maupun hal-hal lain. Jika suami sedang marah, istri jangan lantas ikutan marah. Hal ini hanya akan berakibat fatal. Redakan amarah suami dengan bujukan dan rayuan, karena bukankah seorang wanita itu pintar dalam mencuri hati laki-laki?

8. Menjaga kehormatan
Kehormatan di sini bukan hanya kehormatan sang istri sendiri. Istri juga harus mampu menjaga kehormatan keluarganya. Jangan umbar aib keluarga kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Hal ini hanya akan membuat kehormatan keluarga tercoreng.

9. Memuliakan keluarga dan tamu suami
Anggaplah keluarga suami sebagai keluarga sendiri. Hargai dan hormati tamu-tamu yang ingin bertemu dengan suami. Jangan karena tamu suami, sang istri tidak mau menghargainya. Hal ini hanya akan menimbulkan perpecahan dalam keluarga.

10. Sabar
Bersabarlah dalam menghadapi kehidupan ini. Apapun yang terjadi, sikap sabar merupakan hal yang paling utama.

11. Merapikan rumah
Rumah yang rapi, bersih, dan nyaman merupakan rumah yang disenangi oleh semua anggota keluarga. Merapikan rumah adalah salah satu tanggung jawab istri. Jangan biarkan rumah dalam keadaan berantakan, karena hanya akan membuat penghuninya tidak merasa betah untuk tinggal di dalamnya.

12. Menghormati dan menghargai orang tua suami
Acapkali dijumpai seorang istri sangat menghormat suaminya tetapi kurang bahkan tidak menghormati pada orang tua suaminya, bahkan meremehkannya. Hal ini jangan sampai terjadi karena sejatinya seorang suami yang harus ditaatinya itupun masih harus menghormat dan mengagungkan orang tuanya. Ingat ridho Alloh beserta ridho orang tua, dan murkanya Alloh beserta murka orang tua.

Jika istri,suami, dan anggota keluarga lain sudah tahu dan menjalankan tugas-tugasnya, insya Alloh keluarga sakinah yang diidamkan akan terwujud. Amiin.


Dakwah Islam merupakan salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama Islam

Posted On 09.11 by Pusat Ilmu Islam 0 komentar



Dakwah Islam
Dakwah Islam
Mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah orang lain agar tidak melakukan kemungkaran, menyebarkan ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam.Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut :
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1, merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Ali Imron (3) : 104
“Serulah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. An Nahl (16) : 125.
Segala perbuatan tergantung pada niatnya, termasuk dakwah ini. Seruan dakwah yang kita lakukan harus senantiasa dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah. Agar amal kita dalam berdakwah dapat diterima oleh Allah. Apabila niat kita salah (tidak niat karena Allah) justru kita akan di ancam akan mendapat siksa oleh Allah.

Apa akibatnya apabila kita meninggalkan dakwah yang berguna demi kelestarian agama islam ini?

Dengan mengacu pada dalil di atas dapat disimpulkan bahwa dakwah ini memang sudah menjadi kewajiban bagi para umat islam, maka dari itu sudah barang tentu apabila meninggalkan dakwah pun akan berakibat dosa. Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat islam bersama-sama menyeru dakwah islam kepada siapa saja. Agar agama islam ini dapat terus lestari hingga anak cucu kita merasakan manisnya memeluk agama islam.
Dengan tersebarnya dakwah islam di Indonesia ini diharapkan seseorang tidak hanya agamanya saja yang islam tapi perilakunya dan perbuatannya tidak menunjukkan dirinya sebagai orang islam atau dapat disebut islam KTP sedikit demi sedikit akan hilang dari bumi pertiwi ini.
Dan perlu diketahui, seseorang yang berdakwah dengan menyampaikan kebenaran serta mencegah kemunkaran sehingga orang yang diajak tersebut mau mengikuti ajakannya maka hal tersebut menjadi tambahan pahala bagi yang mengajak tanpa mengurangi pahalanya orang yang mengerjakan kebaikan tersebut.

Dakwah islam ini juga dapat menjadi amal jariah bagi mereka yang mau menyebarkannya.

Yaitu apabila orang yang berdakwah tadi meninggal dunia, sementara orang yang semasa hidupnya diajak untuk mengerjakan kebaikan dapat terus mengerjakan kebaikan-kebaikan yang diajarkan tersebut, maka meskipun telah meninggal, pahala tetap mengalir untuk orang yang berdakwah tadi. Alangkah bahagianya orang tersebut.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Dan semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk senantiasa melaksanakan dakwah islam ini. Amiin.’
sumber : Dakwah Islam


Bagaimana Hukuman mati dalam agama Islam??

Posted On 08.44 by Pusat Ilmu Islam 0 komentar

Pertengahan Juni tahun ini bangsa Indonesia dikejutkan oleh berita eksekusi mati seorang TKW bernama Ruyati binti Satubi asal Kampung Ceger RT 03/01 Kecamatan Sukatani, Bekasi, Jawa Barat atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya bernamaKhoiriyah Omar Moh Omar Hilwani, di Mekkah pada 12 Januari 2010. Nasib Ruyati yang di hukum pancung di negara Arab Saudi itu menjadi duka cita mendalam bagi bangsa Indonesia dan sempat menyulut emosi berbagai fihak termasuk para petinggi negeri, media dan masyarakat secara umum yang kemudian mengecam pelaksanaan hukuman mati sebagai tindakan kejam, tidak berperikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia.


Kita umat Islam perlu menyikapi vonis mati terhadap saudara sebangsa di negara asing itu dengan kepala dingin dan pemikiran yang jernih. Sebab, tidak hanya di negara Islamhukuman mati sebenarnya sudah lazim diterapkan hampir di semua negara di dunia termasuk negara sekuler dan juga negara komunis, dengan cakupan perkara yang sangat luas. Saat ini masih 58 negara aktif menerapkan hukuman mati sedang 95 negara lain telah menghapuskannya atau hanya menerapkan pada saat situasi perang. Meskipun telah banyak negara meninggalkan hukuman mati namun 60% penduduk dunia masih hidup di bawah teritori hukuman mati karena 4 negara berpenduduk terbesar masih menerapkan hukuman yang paling menakutkan itu, yaitu Republik Rakyat China, India, Amerika Serikat dan Indonesia.
Pembunuhan adalah tindak kejahatan yang umum dijerat hukuman mati di seluruh dunia. Di negara non-Islam kasus-kasus yang dapat dijatuhi hukuman mati sangat banyak, seperti; spionase, pengkhianatan dan peredaran narkoba. Di China, korupsi dan human traffikcing juga diancam hukuman mati. Di negara-negara otoriter, hukuman mati tidak hanya diterapkan pada kasus kriminal namun juga dijadikan alat represi terhadap lawan politik. Mahkamah Militer di seluruh dunia menerapkan hukuman mati untuk pelanggaran-pelanggaran seperti: melarikan diri saat perang (pengecut), desersi (mangkir dari dinas), membangkang, dan pemberontakan.
Hukuman mati sudah ada sebelum lahirnya Islam bahkan dengan cara yang lebih keji tidak beradab. Sejarah mencatat berbagai metoda pelaksanaan hukuman mati antara lain: boilling (dicelup dalam cairan panas) , flying (dikuliti hidup-hidup), slow slicing (disayat), burning (dibakar), Crucifixion (disalib),disembowelment (dikeluarkan organ tubuhnya), dan masih banyak teknik hukuman mati yang disertai dengan siksaan yang menyakitkan.

Hukuman Mati menurut Syariat Islam

HUKUMAN MATI dalam Islam bersumber dari hukum Allah dan Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dan Al-Hadist yang dikenal dengan hukum sharia (sharia law). Jadi pelaksanaan hukuman mati sebenarnya merupakan bagian ibadah melaksanakan Perintah Allah dan Rasulullah SAW. Dalam Islam hanya 3 perkara yang bisa dijatuhi hukuman mati, yaitu:
  1. Pembunuhan, secara terencana maupun secara tidak sengaja.
  2. Islam mengisyaratkan hukuman mati bagi para terdakwa pembunuhan dengan cara dipenggal kepala (beheading) yaitu cara mematikan seseorang tanpa menimbulkan rasa sakit.
  3. Perzinaan dengan segala varian kejahatan seksual lainnya, seperti: pemerkosaan, sodomi, lesbian atau homosex.
  4. Hukuman mati berlaku bagi para pezina mukshon, yaitu laki-laki atau perempuan yang berzina sedangkan dia sudah pernah menikah. Bagi pezina yang belum pernah menikah / bujang hukumannya adalah cambuk 100 kali. Hukuman mati bagi pezina mukhson dilakukan dengan teknikRAJAM, yaitu badan ditanam dalam tanah sampai leher dan kepalanya dilempari batu hingga meninggal dunia. Ini menunjukkan betapa zina merupakan perbuatan keji dan hina dalam Islam.
  5. Murtad dari Islam.

Hadist Ibnu Majah Kitabu Al-Hudud No. 2533 dan 2534

بَابُ لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، إِلَّا فِي ثَلَاثٍ
…وَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا فِي إِحْدَى ثَلَاثٍ: رَجُلٌ زَنَى وَهُوَ مُحْصَنٌ فَرُجِمَ، أَوْ رَجُلٌ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ، أَوْ رَجُلٌ ارْتَدَّ بَعْدَ إِسْلَامِهِ …الحدث
__________
[حكم الألباني] صحيح
رواه ابن ماجه كِتَابُ الْحُدُودِ 2533

… sungguh-sungguh aku (Ustman bin Affan) mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal darah seorang Muslim kecuali tersangkut salah satu dari tiga perkara: seorang laki-laki yang berzina sedangkan dia telah terjaga (menikah) maka dirajam, atau seorang laki-laki membunuh jiwa tanpa (yang tidak membunuh) jiwa, atau seorang laki-laki yang murtad setelah Islamnya, ….

… عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، إِلَّا أَحَدُ ثَلَاثَةِ نَفَرٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ، الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ ”
[حكم الألباني] صحيح
رواه ابن ماجه كِتَابُ الْحُدُودِ 2534

…Ibnu Mas’ud meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak halal darah seorang Muslim yang menyaksikan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku (Nabi) utusan Allah, kecuali tersangkut salah satu dari tiga perkara: diri membunuh diri, hamba yang berzina, dan orang yang murtad dari agamanya, orang yang memisah jamaah.

Qishash

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ (178) وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (179)

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
[Surat al-Baqarah 178 - 179]
“Hukum Qishosh membuktikan betapa Allah dan RasulNya mencintai, mengharagai, dan melindungi setiap jiwa orang Islam. Hukum Qishaash juga dapat mencegah dendam kesumat secara turun menurun yang berakibat saling balas membunuh antara keluarga korban dan keluarga terdakwa”

Berzina

Al-Quran Surat An-Nur ayat 2

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (2) سورة النور 2

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

Hadist Ibnu Majah No. 2549 Kitabu Hudud Bab Hukumnya Berzina

2549 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَهِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ، وَشِبْلٍ قَالُوا: كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: أَنْشُدُكَ اللَّهَ، إِلَّا قَضَيْتَ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، فَقَالَ خَصْمُهُ وَكَانَ أَفْقَهَ مِنْهُ: اقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، وَأْذَنْ لِي حَتَّى أَقُولَ، قَالَ: «قُلْ» . قَالَ: إِنَّ ابْنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هَذَا، وَإِنَّهُ زَنَى بِامْرَأَتِهِ، فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَخَادِمٍ، فَسَأَلْتُ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، فَأُخْبِرْتُ أَنَّ عَلَى ابْنِي جَلْدَ مِائَةٍ وَتَغْرِيبَ عَامٍ، وَأَنَّ عَلَى امْرَأَةِ هَذَا الرَّجْمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللَّهِ، الْمِائَةُ الشَّاةُ وَالْخَادِمُ رَدٌّ عَلَيْكَ، وَعَلَى ابْنِكَ جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ عَامٍ، وَاغْدُ يَا أُنَيْسُ، عَلَى امْرَأَةِ هَذَا، فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا» قَالَ هِشَامٌ: فَغَدَا عَلَيْهَا، فَاعْتَرَفَتْ، فَرَجَمَهَا
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Abi Hurairah dan Zaid bin Kholid dan Shiblin meriwayatkan: Kami bersama Rasulillah SAW maka datanglah seorang laki-laki dan berkata,”Saya bersumpah padamu demi Allah mohon kiranya engkau (Nabi) menghukumi antara kami dengan Kitabillah. Maka Khosmuh berkata yang mana ia lebih faham tentang laki-laki tersebut: Hukumilah diantara kami dengan Kitabillah dan ijinkanlah saya untuk berbicara. (Nabi) menjawab, “Katakanlah”.
Laki-laki tersebut menceritakan,”Sesungguhnya anak laki-lakiku adalah buruh dari seorang jeragan dan ia telah menzinai istri majikannya itu. Maka saya hendak menebus perbuatan anakku dengan seratus kambing dan seorang pelayan. Kami telah berkonsultasi pada seorang ahli ilmu dan aku dikabari bahwa hukuman anakku adalah jilid (dipukul dengan cambuk) sebanyak 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan istri majikannya harus dirajam”.
Rasulullah SAW bersabda,”Demi zat yang diriku ada di tangannya, niscaya aku hukumi diantara kalian dengan Kitabillah (bahwa) tebusanmu seratus ekor kambing dan seorang pelayan ditolak. Dan hukuman bagi anakmu adalah dijilid seratus kali dan diasingkan selama setahun. Dan laknat bagi istri majikannya. Apabila ia mengaku maka rajamlah dia”.
Hisyam meriwayatkan: Maka pagi-pagi sekali diadili wanita itu maka ia mengaku dan dirajamlah dia.

Hadist Shahih Bukhori No. 4556

بَابُ {قُلْ: فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} [آل عمران: 93]

4556 – حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ المُنْذِرِ، حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ اليَهُودَ جَاءُوا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ مِنْهُمْ وَامْرَأَةٍ قَدْ زَنَيَا، فَقَالَ لَهُمْ: «كَيْفَ تَفْعَلُونَ بِمَنْ زَنَى مِنْكُمْ؟» قَالُوا: نُحَمِّمُهُمَا وَنَضْرِبُهُمَا، فَقَالَ: «لاَ تَجِدُونَ فِي التَّوْرَاةِ الرَّجْمَ؟» فَقَالُوا: لاَ نَجِدُ فِيهَا شَيْئًا، فَقَالَ لَهُمْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلاَمٍ: كَذَبْتُمْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ، فَوَضَعَ مِدْرَاسُهَا الَّذِي يُدَرِّسُهَا مِنْهُمْ كَفَّهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ فَطَفِقَ يَقْرَأُ مَا دُونَ يَدِهِ، وَمَا وَرَاءَهَا وَلاَ يَقْرَأُ آيَةَ الرَّجْمِ، فَنَزَعَ يَدَهُ عَنْ آيَةِ الرَّجْمِ، فَقَالَ: مَا هَذِهِ؟ فَلَمَّا رَأَوْا ذَلِكَ قَالُوا: هِيَ آيَةُ الرَّجْمِ، فَأَمَرَ بِهِمَا فَرُجِمَا قَرِيبًا مِنْ حَيْثُ مَوْضِعُ الجَنَائِزِ عِنْدَ المَسْجِدِ، فَرَأَيْتُ صَاحِبَهَا يَحْنِي عَلَيْهَا يَقِيهَا الحِجَارَةَ

sumber : http://www.ldii-sidoarjo.org/2011/07/hukuman-mati-dalam-islam.html?utm_source=BP_recent