Minggu, 09 Oktober 2011

Sedekah yang Salah Alamat


08.37 | ,


Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau laku­kan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan me­reka, beliau berkata kepada mereka, “Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, keja­dian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.
“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menu­rutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sede­kah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.
“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergu­mam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sede­kahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’
Maka, dia kemudian, dengan cermat, men­cari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahui­nya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.
Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pen­curi!’
“Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaru­niakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”
***
(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah)


You Might Also Like :


6 komentar:

berkah354 mengatakan...

setiap perkara yang kita lakukan sama ada dari perbuatan, tingkah laku, akhlak perlu dengan niat ikhlas dan semata-mata untuk mendapatkan keredaan Allah. Sifat suka bersedekah banyak membawa kebaikan kepada sesiapa yang melakukannya dengan membetulkan niat kepada Allah semata-mata..Mohon dari ALLAH agar diberiNYA hati yang ikhlas, ini kerana ikhlas merupakan anugerah daripada ALLAH..Dalam satu Hadis Qudsi, ALLAH swt berfirman yang bermaksud:

"ikhlas adalah satu rahsia dalam rahsia-rahsia-Ku.Aku titiskan ia dalam hati hamba- hambaku yang Aku mangasihinya.." (Riwayat Abu Hasan Al Basri)

slem354 mengatakan...

sedeqah...sedeqah...teruskan sedeqah...

Sedekah mengatakan...

Sedekah yuk...!

januar surya mengatakan...

alhamdulilah.. sedekah mantap.
Bisnis tiket pesawat online terbaru, murah, mudah, menguntungkan cek www.kiostiket.com

Listya mengatakan...

Saat ini banyak pengemis jadi-jadian yang meminta-meminta sedekah. Kadang saya suka iba melihat mereka yang kelihatannya benar-benar membutuhkan sedekah, tetapi begitu diberikan sedekah ternyata menggerutu ( mungkin karena merasa kurang ). Saya pun jadi jengkel. Tetapi, setelah baca artikel ini saya menjadi tau arti pentingnya ikhlas dalam memberikan sedekah. Terima kasih penulis atas pencerahannya.

Mamih valdo mengatakan...

Alhamdulillah......terimakasih utk ilmunya semoga bsa lebih ikhlas dlm bersedekah

Posting Komentar